Bagi anda yang baru mau mulai membuat sistem hidroponik sederhana dirumah, atau bahkan mau bikin usaha perkebunan yang berbasis hidroponik, maka mungkin anda sampai disini karena sedang riset tentang jenis2 tanaman hidroponik yang cocok buat anda.

Sebelumnya terima kasih sudah mampir di blog saya yang ala kadarnya ini. Pada kesempatan ini, saya akan coba berbagi info tentang hidroponik, namun sebelumnya perlu diingat kalau saya ini bukan ahli perkebunan lho ya, cuman share “little know how” saja tentang hidroponik. Kan memang itulah fungsi internet seharusnya kan? Sharing…jadi, mari saling berbagi.

Anda bisa gunakan menu navigasi dibawah ini untuk langsung lompat ke section yang anda perlukan. Artikel ini bakal panjang lho…

Daftar Isi Artikel Ini:

Sebelum kita membahas tentang tanaman hidroponik dan sistem tanam yang cocok, mari kita kenalan sama yang dasar2 dulu, apa sih hidroponik itu?

Anda mungkin sudah terlalu sering denger istilah ini, dan mungkin juga sudah tahu tentang apa yang dimaksud dengan hidroponik. Tapi demi kelengkapan sebuah artikel, tak apalah kalau kita bahas dulu yang dasar2, biar nggak kesasar. Siapa tahu beberapa dari anda belum tahu tentang hidroponik ya kan?

Hidroponik adalah metode bercocok tanam dengan media air

Penjelasan singkatnya ya begitu…namun bukan sembarang air ya, kalau tanaman yang memang aslinya tumbuh di air bakalan hidup dan berkembang tanpa masalah, namun kalau tanaman yang aslinya tumbuh ditanah memerlukan nutrisi dan mineral tambahan agar dia bisa tumbuh selayaknya ditanah.

Nutrisi yang diperlukan tanaman bisa berupa vitamin dan mineral serta zat2 organik lainnya, kalau dipostingan sebelumnya kita sudah membahas tentang aquaponik sederhana, maka sistem hidroponik itu sama persis sama aquaponik, cuman bedanya kalau aquaponik itu air nutrisinya berasal dari kotoran dan sisa pakan ikan, nah kalau sistem hidroponik ini nutrisinya harus kita tambahkan sendiri.

Nutrisi untuk hidroponik kalau dipasaran dikenal dengan sebutan AB mix, yang adalah campuran dari unsur makro dan mikro yang diperlukan oleh tumbuhan. Tentu saja formulanya sudah disesuaikan agar bisa diserap secara maksimal oleh tanaman yang ditanam di air.

Ab mix banyak dijual dipasaran dengan berbagai merk, harga juga bervariatif tergantung merk dan kualitasnya. Tapi ternyata kita bisa juga bikin nutrisi hidroponik sendiri lho, memang agak repot kalau buat anda yang sibuk, tapi bakal jadi penghematan yang lumayan bagi pembudidaya serius mengingat, pengeluaran operasional yang terbesar untuk hidroponik adalah pada pembelian nutrisi ini.

Nah kalau bisa bikin sendiri kan lumayan ye kan? kami ketemu sama satu artikel yang menjelaskan tentang bagaimana cara membuat nutrisi hidroponik sendiri disini: https://bibitbunga.com/cara-membuat-nutrisi-hidroponik-sendiri/

Mereka juga punya resource dan produk yang mantabs lho. Cek website mereka deh, komplitsss…no affiliate lho…kalau bagus ya dibilang bagus.

Keuntungan dan Kerugian Hidroponik

Nggak ada yang sempurna didunia ini, apapun itu pasti ada bagus dan jeleknya, memang sudah seperti itu bagaimana alam raya bekerja kan? begitu juga dengan sistem pertanian hidroponik ini, ada untungnya dan ada ruginya, ada bagusnya dan pastinya ada juga jeleknya.

Keuntungan Pertanian Hidroponik:

  1. Full control terhadap tanaman kita, hampir full control sih, kita belum bisa mengontrol tanaman tomat biar bisa berbuah cabe kan? so…hampir. Tapi kita bisa mengontrol seberapa pesat tanaman kita bisa tumbuh besar, seberapa lebat daun atau buahnya dan hal2 lain dengan cara mengontrol asupan nutrisinya. Bahkan kalau kita mau modal lebih banyak lagi, kita bisa mengontrol cuaca dan kontrol hama tanaman dengan membangun sebuah green house modern. inget dana tapi ya…
  2. Bisa hemat lahan, beberapa sistem hidroponik bisa dibikin bersusun kayak rumah susun, jadi kita bisa melipat gandakanyieldarea tanam kita. Namun ini tidak mudah lho ya, perlu setting yang tidak mudah dan juga biaya yang tak murah pastinya.
  3. Bisa hemat air karena kita tidak menyiram tanaman kita secara langsung seperti pada metode perkebunan konvensional, air nutrisi yang ada di hidroponik berkurang karena diserap oleh tanaman dan atau karena penguapan.
  4. Lebih bersih dan mudah perawatan/pengontrolannya
  5. Lebih mahal harga jualnya, ini menurut saya tidak berhubungan langsung dengan kualitas produk ya, tapi lebih kepada permintaan pasar akan sayuran organik bebas pestisidan dan lain2. Kalau kualitas produk saya kok lebih yakin sama yang ditanam langsung di tanah tapi tanpa pestisida kimia, entahlah…kayak lebih enak, dan sedep aja makannya.

Kerugian Pertanian Hidroponik:

  1. Butuh modal awal yang besar kalau mau serius, kalau cuman sekedar hobi sih murah, modal ember sama AB mix sudah bisa jalan. Tapi kalau mau yang skala komersial, kita bakal perlu modal untuk green house dan peralatan lainnya kayak media tanam, alat ukur, nutrisi dll, yang itu tidak murah. Bisa BEP dalam 2 tahun katanya, masuk akal kalau mengingat harga jual produk hidroponik yang tinggi.
  2. Jenis tanaman yang bisa ditanam secara ideal terbatas, ini yang akan kita bahas lebih mendalam disini.
  3. Hanya cocok didaerah perkotaan, ayolah…didesa masih banyak lahan. satu2nya alasan misal ada yang bikin hidroponik di desa adalah hobi, atau misal ada yang skala industri maka itu kebantu sama harga jual yang tinggi. Kalau harga jualnya sama, maka lebih menguntungkan tanam ditanah secara organik lah…kalau di kota beda. Tanah kosong mending dibikin moll…#sad

Beberapa Sistem Hidroponik

Setelah kita tahu apa itu hidroponik serta kelebihan dan kekurangannya, sekarang akan kita bahas beberapa sistem penenaman hidroponik dari yang paling mudah kelasno brainersampai yang paling advanced dan canggih. Baru setelah ini kita bahas tanaman hidroponik yang sesuai untuk dibudidayakan.

Ok, mari kita bahas satu2 secara detail ya:

1. Metode Hidroponik Kratky

hidroponik sistem kratky

Metode Kratky adalah teknik hidroponik yang paling sederhana menurut saya, teknik ini dilakukan dengan cara menempatkan bibit tanaman pada netpot diatas permukaan air nutrisi, hanya separo akar yang boleh masuk kedalam larutan, yang separo lagi biarkan ter ekspos udara.

Tidak seperti pada sistem deep water culture, netpot posisinya fix jadi tidak ikut pasang surut air nutrisi, si tanaman bakal menyerap air dan nutrisi dan seiring berjalannya waktu, air tersebut bakal surut, tapi akar juga bakal memanjang turun, yang hasilnya adalah kita nggak perlu ngapa2in. hanya set…and forget.

Cara membuatnya sangat sederhana dan mudah pake banget, gini:

  1. Siapkan bahan2 yaitu ember yang ada tutupnya, netpot, rockwool atau media tanam lainnya, mesin bor, mata bor hole saw, nutrisi AB mix.
  2. Lobangi tutup ember dengan mata bor hole saw dengan diameter sesuai badan netpot. berapa banyak lobang per ember tergantung kebutuhan, kira2 aja biar daun tanaman anda bisa berkembang denga sempurna, tidak uyel2an.
  3. Isi ember sampai kira2 separo akar tanaman.
  4. Isi net pot dengan tanaman favorit kita, kemudian masukkan ke dalam lobang di tutup ember tadi.
  5. Pasang tutup ember yang sudah berisi tanaman kita. Sudah…

Meskipun cara kratky ini mudah, tapi dia tidak cocok untuk skala besar karena kita akan kesulitan mengontrol berapa banyak nutrisi yang harus kita tambahkan kedalam air. Mudah…namun sulit di kontrol.

Tanaman yang cocok untuk sistem ini adalah selada, pakchoy, sawi dan leavy green lainnya.

Kalau anda mau coba2 bikin instalasi hidroponik, kratky system bisa buat kenalan dulu. Kalau sudah akrab bisa ke metode kedua yakni…

2. Wick System / Hidroponik Sumbu

Nggak kalah sederhana sama sistem kratky diatas, hidroponik sistem sumbu malah bisa jadi lebih mudah bikinnya. Sesuai dengan namanya…sumbu…wick system memanfaatkan sumbu untuk menyalurkan nutrisi dari tampungan ke akar tanaman. ilustrasinya kayak gambar dibawah ini.

hidroponik metode sumbu

 

Wick system bisa dibikin skala kecil sampai besar, mulai pakai botol bekas air mineral hingga ke kolam ukuran besar. Namun menurut para ahli, kalau untuk skala komersial, sistem hidroponik sumbu tidaklah efektif karena penyaluran nutrisi yang kurang efisien dibanding sistem2 lainnya. Jadi hanya untuk pemula saja sama seperti sistem kratky.

Cara bikinnya gak kalah mudah sama sistem kratky, bahkan lebih mudah kalau pakai botol plastik bekas, tinggal potong separo, lalu dibalik yang atasnya, isi media, tanaman dan masukkan air nutrisi. penampakannya kayak dibawah ini lah kira2…

Kita coba bikin pakai ember sama seperti metode kratky ya, gini step by step nya:

  1. Siapkan bahan2 yaitu ember yang ada tutupnya, netpot, rockwool atau media tanam lainnya, mesin bor, mata bor hole saw, nutrisi AB mix. jangan lupa sumbunya ya…
  2. Lobangi tutup ember dengan mata bor hole saw dengan diameter sesuai badan netpot. berapa banyak lobang per ember tergantung kebutuhan, kira2 aja biar daun tanaman anda bisa berkembang denga sempurna, tidak uyel2an samakayak sistem diatas.
  3. Isi ember kira2 saja, jangan sampai akar kerendam.
  4. Isi net pot dengan media tanam, bisa berupa rockwool atau hidroton dll. jangan lupa sumbunya juga dipasang, sumbu bisa pakai kain flanel atau bahan lain yang mudah menyerap air.
  5. Letakkan tanaman kita dengan hati2 ke dalam netpot bersumbu tadi.
  6. Masukkan kedalam tutup ember yang sudah berlubang tadi.
  7. Pasang tutup ember yang sudah berisi tanaman kita. beres…

Hidroponik sumbu ini mudah bikinnya, gak banyak keluar biaya baik bahan maupun peng operasionalan nya karena kan gak butuh listrik, hemat.

Kekurangannya, seperti yang sudah kita singgung sedikit diatas, dia tidak cocok buat skala besar karena penyaluran nutrisi yang lambat akibat sumbu, dan juga, sistem ini kurang cocok untuk tanaman yang haus air kayak pakchoi, selada dll. ya hubungannya karena pakai sumbu tadi, bisa kekeringan kalau tanaman tadi ditanam disistem ini.

Tanaman hidroponik yang sesuai adalah cabe, tomat dan sayuran bertangkai batang lainnya

3. Metode Drip / Irigasi Tetes

Metode hidroponik selanjutnya adalah sistem tetes, berbeda dengan dua metode diatas yang digolongkan sebagai passive hidroponik, alias bikin trus gak perlu perawatan harian, metode drip ini perlu perencanaan dan eksekusi lapangan yang baik. Bisa diaplikasikan untuk budidaya skala kecil sampai skala massal tingkat komersial.

Hidroponik metode tetes ini cara kerjanya simple, namun bisa jadi rumit kalau di scale up ke instalasi level komersial. Pada prinsipnya air nutrisi dipompakan ke grow media melalui selang dengan keran yang bisa diatur besar kecilnya aliran air. Sistem dutch bucket dan grow tower adalah contoh penggunaan metode drip ini.

hidroponik sistem drip

Kita bikin dengan contoh diatas ya, itu salah satu metode dutch bucket yang pake drip sistem, Berikut step by step nya:

1. Siapkan bahan2 nya, yakni:

  • Ember
  • Bak penampungan air nutrisi
  • Pipa PVC beserta sambungan T dan knee nya
  • Selang irigasi beserta keran dan sambungan2nya
  • Bor dan hole saw
  • Pompa air celup
  • Kayu atau baja ringan untuk kerangkanya
  • Media tanam, disarankan yang berongga besar seperti hidroton atau kerikil
  • Tanaman hidroponik dan nutrisinya

2. Lubangi ember dengan holesaw ukuran pipa 1/2 inch
3. Pasang pipa PVC dengan knee ke arah drain bawah, bisa pakai shock drat atau pakai karet uniseal
4. Bikin kerangka untuk meletakkan ember kita, ukuran sesuaikan sendiri ya
5. Sekarang kita bikin instalasi pompanya, pakai selang elastis saja biar gampang settingnya
6. Setelah semua terpasang seperti gambar, hidupkan pompa dan atur aliran air, dimulai dari keran yang paling jauh dari pompa ya, biar aliran airnya rata disemua ember
7. Sudah? masukkan media tanam serta tanaman hidroponik sesuai selera anda.
8. Masukkan air nutrisi, and fired up…!

Drip sistem ini keistimewaannya adalah fleksibel instalasinya, maksudnya kita bisa mulai dari skala hobi sampai industri dengan metode ini. Kita juga bisa kontrol seberapa banyak nutrisi untuk hidroponik dengan menambahkan nutrisi mix dan juga dengan besar kecilnya keran drip sistem.

Drip system juga kaya oksigen karena akar menggantung diudara.

Kalau kelemahannya yakni kita harus monitor kadar nutrisi di bak penampungan air, dan juga kita harus monitor debit air yang keluar ke masing2 grow media. sesuaikan dengan jenis dan juga usia tumbuhan hidroponik kita.

Tanaman hidroponik yang ideal untuk sistem ini adalah strawberry, melon, tomat dan sejenisnya. tidak bisa untuk tanaman umbi2an

4. Hidroponik Sistem NFT ( Nutrient Film Technique)

Sistem hidroponik NFT ini paling populer diantar semua sistem yang ada, banyak dijual dalam bentuk beginner kit karena memang cukup mudah pembuatan dan perakitannya.

Cara kerja sistem NFT adalah dengan mengalirkan air nutrisi kedalam pipa2 atau talang yang berisi tanaman dalam netpot dengan menggunakan pompa submersible. Ketinggian air dalam pipa atau talang itu tipis2 saja, makanya dinamakan film technique, kan film layer itu tipis…

hidroponik sistem NFT

Gabar diatas adalah contoh hidroponik sistem NFT yang paling populer, istilahnya A frame, kalau bikin seperti gambar diatas kira2 begini step by step nya:

1. Siapkan bahan2 nya, yakni:

  • Bak penampungan air nutrisi
  • Pipa PVC beserta sambungan T dan knee nya
  • Bor dan hole saw
  • Pompa air celup
  • Kayu atau baja ringan untuk kerangkanya
  • Media tanam dan netpot, rockwool adalah yang paling banyak dipakai
  • Tanaman hidroponik dan nutrisinya

2. Lubangi pipa PVC seukuran netpot
3. Tutup ujung pipa dengan dop pralon
4. Bikin kerangka untuk meletakkan pralon, ukuran sesuaikan dengan kebutuhan ya
5. Instalasi pompa mengalir mulai pipa paling atas, turun ke bawah dan seterusnya lalu masuk lagi ke bak penampungan air nutrisi.
6. Masukkan media tanam serta tanaman hidroponik ke dalam netpot
7. Masukkan air nutrisi ke bak penampungan dan selesai

Keuntungan memakai sistem NFT adalah simple dalam peng operasional nya, mudah dikontrol dan cukup mudah dibuat kalau skala kecil, menurut saya sistem ini cocok untuk semua orang, bahkan pemula sekalipun. yang penting dia mau belajar dan sedikit repot bikinnya, tapi hasilnya worthy kok.

Oiyha, sistem ini adalah yang paling hemat ruangan dibanding sistem hidroponik yang lain.

Kelemahan sistem ini adalah lumayan mahal biaya bikinnya. Pipa pralon yang bagus itu mahal lho…kalau mau alternatif pakai barang bekas yang murah bisa, misal pakai botol bekas air mineral, tapi repot banget sih, dan gak seberapa hemat menurut saya.

Kelemahan lainnya adalah penularan penyakit yang susah dikontrol, satu kena, yang lain hampir pasti kena juga karena satu aliran.

Tanaman hidroponik yang cocok untuk metode NFT adalah sayuran leafy green yang butuh banyak air.

5. Flood and Drain / Sistem Pasang Surut

Sistem hidroponik berikutnya adalah pasang surut atau flood and drain, ada yang sebut sebagai sistem EBB & flow, sistem kerjanya adalah dengan membanjiri grow media dengan air nutrisi sampai ke level tertentu dan kemudian secara otomatis dikosongkan lagi.

Gambar ilustrasinya ada dibawah ini ya, kalau mau lebih detail tentang sistem ini, saya menulis secara lebih detail tentang bagaimana cara membuat hidroponik pasang surut.

hidroponik pasang surut

Hidroponik sistem pasang surut ini bagus karena supply oksigen untuk akar lebih terjamin akibat proses pasang surut air, selain itu, kita akan minim melakukan perawatan karena sistem ini paling stabil dibanding yang lain. Kita juga bisa menanam tanaman hidroponik jenis apapun disini.

Kalau kekurangannya, mahal dan repot setting awalnya, karena itu, kurang ekonomis jika di aplikasikan untuk hidroponik skala komersial.

Tanaman hidroponik yang tepat untuk sistem pasang surut adalah tanaman berbuah yang butuh penyangga akar kuat.

6. Deep Water Culture / Hidroponik Rakit Apung

Sistem hidroponik yang terakhir adalah sistem rakit apung, sesuai namanya, tanaman hidroponik diletakkan diatas rakit yang mengapung di air nutrisi. Rakitnya bisa dibuat dari styrofoam atau bahan lain yang bisa mengapung, sandal jepit juga boleh yang penting mengapung.

Aerasi akar adalah hal utama yang perlu diperhatikan di teknik ini.

hidroponik sistem rakit apung

Deep water culture / DWC ini paling banyak dipakai oleh pelaku hidroponik skala industri atau skala besar karena lebih ekonomis dan mudah di atur alur kerja nya.

Satu kelemahannya selain modal yang besar adalah sistem ini cuma terbatas untuk menanam sayuran leavy green. Simak tulisan kami yang membahas tentang hidroponik rakit apung disini.

7. Aeroponik

Apakah aeroponik ini termasuk hidroponik? mungkin iya, mungkin nggak, media tanamnya aero alias udara, tapi tetep pakai nutrisi yang disemprotkan langsung ke akar tanaman melalui mekanisme khusus, agak kompleks kalau sistem ini, bisa dibikin simple tapi tetep butuh alat yang khusus buat bikin kabut nutrisi.

Konon katanya menurut research2 para ahli, hasil tanaman aeroponik lebih bagus dibanding teknik2 lainnya, mungkin begitu, mungkin saja saya belum tahu pasti, jadi tidak berani banyak komentar.

Oke lanjut…

Tanaman Hidroponik Secara Umum

Setelah kita tahu beberapa sistem tanam di hidroponik, maka sekarang kita bahas tanamannya itu sendiri, apa yang cocok buat mana, karena kalau salah pilih, bisa2 tanaman kita gak bisa berkembang dan parah2nya mati sebelum dewasa #sedih

Menurut saya, tanaman hidroponik dibagi menjadi 3 kategori yakni leavy green atau sayuran daun, fruiting plants atau sayuran berbuah dan yang ketiga umbi2an. Mari kita bahas satu2…

1. Leafy green atau sayuran daun

Sayuran daun itu contohnya sawi, selada, pokchoy, daun bawang, seledri dan lain2. anda bisa bayangin sendiri kan tanaman sayur daun yang lainnya?

Sayuran daun ini rata2 haus air, jadi teknik tanam hidroponik yang paling tepat adalah…yang banyak aliran airnya tentu. berikut contoh tanaman hidroponik daun dan teknik penanaman yang cocok untuk dia. menurut saya…

  1. Sawi, cocok ditanam disemua teknik hidroponik kecuali wicking technique.
  2. Selada atau lettuce, paling optimal ditanam dengan teknik DWC dan NFT
  3. Pokchoy, sama dengan selada, paling optimal di teknik DWC dan NFT
  4. Daun bawang, cocok di pakai sistem hidroponik sumbu
  5. Seledri, paling optimal pakai sistem NFT
  6. Kangkung, pakai apa saja bisa kalau ini
  7. Bayam, ideal pakai NFT
  8. Kol, cocoknya pakai sistem pasang surut
  9. Brokoli, sama dengan kol
  10. Ada lagi tambahan? silahkan tulis dikolom komentar ya

2. Fruiting plants atau tumbuhan berbuah

Tumbuhan daun ini termasuk dari yang kecil seperti strawberry sampai yang gedeeee banget seperti pisang atau mangga. Jangan salah, kalau mau, mangga juga bisa ditanam dengan sistem hidroponik lho, tapi ya nggak ekonomois, kecuali bagi kita2 yang nyentriks.

Fruiting plants rata2 butuh pegangan akar yang kuat untuk menyangga buahnya, alaminya sih gitu. tapi kalau ditanam dengan sistem hidroponik, akal2 dikit, bisa juga ditanam dimedia air tanpa media padat kok. tapi ya nggak ideal. Berikut contoh2 tanaman berbuah beserta teknik budidaya hidroponik yang tepat. My two cents really…

  1. Tomaaato…(bacanya pake logat italiaaano ya), cocoknya pakai drip system atau pasang surut
  2. Cabe, sama dengan tomaaatoo
  3. Strawberry, drip sistem dan pasang surut lagi
  4. Paprika, sama dengan tomato pakai sistem pasang surut atau drip
  5. Timun, sama diatas
  6. Kacang polong2an, sama dengan tomato
  7. Apalagi ya?

Kalau kita perhatikan, fruiting plants lebih cocok pakai sistem drip dan pasang surut, kenapa? pertama karena akarnya butuh pegangan kuat dan selain itu, dia butuh asupan oksigen yang buanyak. makanya lebih cocok pakai 2 sistem tadi

3. Umbi2an

Contoh umbi2an itu ya kentang, wortel, bit root, bawang dll. Kalau menurut saya, sebenarnya tumbuhan umbi2an itu nggak cocok ditanam pakai sistem hidroponik maupun aquaponik sebab, resiko busuk akibat terendam air bakal tinggi banget. Kalaupun mau maksa dan coba2 nanam sayuran umbi2an pakai hidroponik, saran saya adalah pakai sistem drip atau pasang surut.

Tanaman Hidroponik Yang Paling Menguntungkan

Leavy green dengan sistem rakit apung adalah sistem dan tanaman hidroponik yang paling menguntungkan, kita bicara untung rugi lho ya, bukan bisa untung atau nggak. Hubungannya sama efisiensi produksi dan permintaan pasar serta tingkat persaingan.

Kenapa kombinasi leafy green dan rakit apung? Karena cepet panen dan sistem rakit apung bisa di scale up sampai segede gaban, anda tahu gaban kan? itu guede buanget lho…masa kecilku…

Video punya orang Israel ini bisa menjelaskan maksud saya tentang sistem dan tanaman hidroponik yang bisa diproduksi secara massal, daaaaan…bisa dibayangkan nggak misalnya, di video itu, dilakukan dalam gedung, bertingkat…yield nya itu kan lumanyun. moga2 gak dihapus ama yang punya ya video nya

Kesimpulan

Jadi kesimpulan saya nggak ada tanaman hidroponik dan teknik penanaman yang sempurna bagi semua orang, tiap teknik punya ups n down nya masing2, begitu pula tanamannya, punya good and bad nya sendiri2. Balik lagi sama kebutuhan dan kemampuan kita.

So…apa tanaman hidroponik dan teknik tanam favorit anda? Tulis dikomen ya…terima kasih for sharing.