Budidaya maggot BSF bisa sangat bermanfaat untuk para peternak sebagai pakan alternatif, dan selain itu juga berguna menjaga kebersihan lingkungan sebagai komponen biokonversi sampah organik rumah tangga dan sampah industri.

Anda yang peternak mungkin sudah sering dengar tentang maggot BSF, namun bagi masyarakat awam, pasti belum begitu tahu tentang lalat yang kaya manfaat ini. Maggot BSF mulai populer beberapa tahun belakangan ini didunia peternakan sebagai makanan alternatif bagi ternak.

Namun sebenarnya, selain sebagai makanan ternak, lalat ini juga menyimpan banyak manfaat bagi manusia, apa saja sih manfaatnya? sebelumnya mari kita kenalan dulu sama si hitam lalat BSF.

Sebelum kita membahas tentang maggot BSF, lebih dahulu kita kenalan sama induknya atau lalatnya. BSF adalah singkatan dari black soldier fly, nama latinnya adalah Hermetia illucens, yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya jadi “Lalat Tentara Hitam”.

Tak heran nama ini disematkan pada lalat ini karena memang warnanya hitam dan bergerombol mirip seperti tentara.

Lalat ini tampilannya tidak seperti lalat pada umumnya seperti yang sudah banyak kita tahu, ukurannya agak besar memanjang dan lebih mirip tawon buah daripada lalat. Begini tampilannya…

Meskipun tampilan lalat ini mirip tawon, tapi dia nggak menyengat ataupun menggigit, bahkan pada fase lalat dewasa seperti ini, dia nggak makan, hanya minum saja lali kawin dan mati.

Panjang lalat berkisar antara 15-20 mm dan mempunyai waktu hidup lima sampai delapan hari. Saat lalat dewasa berkembang dari pupa, kondisi sayap masih terlipat kemudian mulai mengembang sempurna hingga menutupi bagian torak.

Lalat dewasa tidak memiliki bagian mulut yang fungsional, karena lalat dewasa hanya beraktivitas untuk kawin dan bereproduksi sepanjang hidupnya.

Kebutuhan nutrisi lalat dewasa tergantung pada kandungan lemak yang disimpan saat masa pupa. Ketika simpanan lemak habis, maka lalat akan mati.

Berdasarkan jenis kelaminnya, lalat betina umumnya memiliki daya tahan hidup yang lebih pendek dibandingkan dengan lalat jantan.

Siklus Hidup Lalat BSF

Siklus hidup BSF dari telur sampai menjadi lalat dewasa memerlukan waktu sekitar 40 – 43 hari tergantung pada kondisi lingkungan.

Si betina akan meletakkan telurnya di area yang dekat makanan, kalau di alam bebas sih didekat sampah yang sudah membusuk, kotoran sapi, limbah bungkil dan lain2 dengan harapan kalau telur2nya menetas, si larva alias maggot akan bisa langsung dapat makanan.

Kalau di sarana budidaya, kita harus menyiapkan media makanan untuk menirukan bagaimana perilaku dia di alam liar. Kita juga harus menyiapkan media tempat dia bertelur, dalam hal ini potongan kardus yang berongga itu bisa digunakan, BSF betina akan meletakkan telurnya didalam celah2 kardus tersebut.

Seekor lalat betina mampu menghasilkan telur sekitarĀ 185-1235 butir.

Setelah bertelur, sang betina akan mati, menyusul si jantan yang sudah mati duluan setelah kawin. Sedangkan telur BSF akan menetas menjadi larva kecil dalam waktu kurang lebih 4 hari.

Ukuran larva yang baru menetas kurang dari 1 mm, larva kecil ini akan tumbuh menjadi larva dewasa atau pre pupa selama kurang lebih 22 hari, dimasa inilah fungsi pengurai sampah si maggot benar2 kelihatan.

Dia akan makan dengan sangat rakus di masa ini, dari jumlah 10.000 larva dapat menghabiskan 1Kg makanan organik dalam 24 jam.

Setelah larva maggot BSF mencapai tahap prepupa, secara alami dia akan bergerak mencari tempat yang kering. Kalau dialam liar dia akan mencari tempat persembunyian atau menggali tanah untuk menghindari serangan predator.

Di fase prepupa menjadi pupa, maggot BSF akan berdiam diri tanpa makan dan minum, kulitnya menjadi keras dan dia menjadi tidak bergerak, sama seperti kepompong yang mau ber metaforsis menjadi kupu2.

Proses bertapanya Maggot BSF ini bisa memakan waktu seminggu sampai satu bulan tergantung lingkungan. Pupa yang lulus dari proses bertapa akan berubah menjadi lalat tentara hitam yang kemudian akan hidup sebentar saja untuk kawin, bertelur dan mati.

Jangan sedih…ini bukan kisah romantis sinetron…

Siklus hidup maggot BSF kurang lebih bisa dilihat digambar berikut ini.

budidaya maggot BSF

img source dari Koloni BSF Indonesia

Fungsi Maggot BSF Bagi Manusia

Tidak seperti lalat hijau atau lalat sampah lainnya, lalat tentara hitam serta maggot BSF tidak bisa dianggap sebagai parasit, bahkan mereka bisa disebandingkan dengan cacing tanah bagi petani karena fungsinya yang mengurai tanaman busuk menjadi kompos yang menyuburkan tanah.

Begitu juga dengan BSF, semasa hidupnya menjadi larva atau maggot, mereka memakan sampah untuk menjadi besar, sampah yang terurai atau bekas maggot bisa menjadi media tanam tumbuhan yang sangat bagus karena setara kompos.

Sedangkan untuk lalat dewasa, mereka hidup hanya untuk kawin dan bertelur lalu mati, beda dengan lalat hijau dan lainnya yang hidupnya cukup lama, mereka bisa menjadi sarana penyebaran penyakit dari aktifitas mereka.

Jadi fungsi alami dari lalat BSF adalah mengurai sampah, namun apa manfaat sebenarnya bagi manusia? Kalau lalat dewasa mungkin tidak begitu berguna bagi manusia, melainkan maggot atau belatungnya lah yang bisa kita manfaatkan untuk keuntungan kita.

Maggot BSF bisa kita jadikan sebagai:

  1. Selain sebagai pengurai sampah yang sangat efektif, maggot BSF pada masa petumbuhannya bisa melahap sampah organik dengan sangat rakusnya.
  2. Larva BSF yang tinggi protein sangat bagus untuk dijadikan pakan ternak seperti untuk budidaya ikan lele, unggas, reptil dan burung. Karena maggot BSF yang di budidaya hanya makan dari sampah organik, maka resiko penularan penyakit yang banyak dijumpai pada lalat hijau bisa dihilangkan.
  3. Larva lalat tentara hitam dapat digunakan untuk menghasilkan minyak. Minyak ini dapat digunakan dalam industri farmasi (kosmetik, surfaktan untuk shower gel), dengan demikian menggantikan minyak nabati lain seperti minyak kelapa sawit. Bahkan dalam beberapa percobaan ada juga yang memanfaatkan minyak maggot BSF untuk menggantikan minyak goreng.
  4. Hasil sisa budidaya maggot BSF bisa dijadikan pupuk atau media tanam yang sangat bagus, pupuk padat maupun cair dari bekas maggot ini sangat kaya dengan asam amino, enzim, mikroorganisme dan hormon tumbuh yang bisa jadi tidak ditemukan pada pupuk organik lainnya, sehingga bagus untuk memperbaiki tanah supaya menjadi subur dan produksi pertanian meningkat.
  5. Sebagai pengusir lalat hijau, maggot BSF mamiliki enzim tertentu yang tidak disukai oleh lalat hijau, maka dalam budidaya maggot lalat tentara hitam tidak akan dijumpai larva atau lalat hijau, kecuali media pakan yang digunakan adalah bangkai yang berbau menyengat.

Cara Budidaya Maggot BSF

Maggot BSF bisa dibudidayakan dalam skala kecil, menengah maupun skala besar. Untuk skala kecil akan sesuai untuk kebutuhan penanganan sampah rumah tangga, dengan sedikit usaha, kita bisa merubah sampah dapur menjadi pakan ternak atau hewan peliharaan yang berkualitas tinggi.

Dan dalam prosesnya, kita juga turut andil dalam penanganan sampah lingkungan. Karena bagaimanapun juga, masalah sampah adalah tanggung jawab kita bersama kan? bukan tanggung jawab pemerintah semata.

Kalau budidaya maggot BSF skala menengah itu sesuai untuk anda yang memiliki ternak seperti ikan, bebek, ayam dan unggas lainnya, atau anda yang memang fokus untuk membuat pakan ternak yang murah dan berkualitas.

Dalam prosesnya anda harus mendapatkan supply sampah dari sumber yang mumpuni seperti pasar, rumah makan atau industri makanan lainnya.

Budidaya skala besar cocok untuk di aplikasikan pada TPA kota atau daerah, memang sulit prakteknya karena masyarakat kalau buang sampah tidak mau memisahkan mana yang sampah organik dan mana yang sampah non organik. campur jadi satu pokoknya sampah gitu saja.

Budidaya maggot BSF skala besar juga cocok di aplikasikan untuk biokonversi peternakan unggas, sapi, babi dll.

Nah dalam blog ini saya akan coba bikin satu set untuk kebutuhan sampah dapur rumah saya dulu saja, mungkin dalam perkembangannya saya akan berbagi instalasi punya teman2 pembudidaya maggot BSF yang lain, link akan saya sertakan dibawah kalau sudah terlaksana.

Sekian tulisan seadanya dari saya, semoga ada manfaat yang bisa anda dapat dari sini. Atau jika anda punya kritik dan saran atau pengalaman tentang budidaya maggot bsf, mari saling berbagi dikolom komentar ya. Terima kasih…