Anda yang suka dengan kegiatan tanam menanam pasti sudah kenal apa itu tabulampot, bagi anda yang baru mau mulai hobi berkebun, tabulampot ini bisa menjadi alternatif menanam tumbuhan pada lahan sempit. Berikut adalah informasi tentang cara membuat tabulampot untuk kita cobain dirumah.

Tabulampot atau singkatan dari tanam buah dalam pot sudah mulai populer sejak tahun 70an, namun tenar2nya sekarang karena adanya internet dan lebih khususnya dengan adanya sosial media, jadi informasi yang ada bisa tersebar dengan begitu cepat.

Termasuk disini informasi tentang apa itu tabulampot dan juga bagaimana cara membuat tabulampot.

Teknik ini memang fokus dan ideal untuk para hobiis, kurang ideal kalau di aplikasikan pada perkebunan skala besar, alasannya karena biaya tambahan pada pengadaan pot cukup besar kalau perkebunan skala besar.

Bisa dibayangin berapa ribu pot yang harus disiapkan kalau mau tanam buah pada lahan 10 hektar misalnya.

Biaya perawatan juga akan jadi tambahan pengeluaran jika di aplikasikan pada perkebunan massal, hal ini karena tabulampot perlu perawatan per individual pot, tidak bisa massal sekali jalan begitu.

Kenapa harus repot2 bikin pot dan merawat per pot jika bisa dilakukan langsung pada tanah yang bisa massal perawatannya, makanya, tabulampot lebih cocok untuk para hobiis yang suka tanam menanam namun tidak punya cukup lahan.

Keistimewaan tabulampot selain hemat lahan, dia juga mudah dipindah pindah kalau mau menata ulang kebun kecil anda. Namanya juga pot, jadi harusnya memang bisa dipindah kan?

Nah kalau kelemahannya menurut kami, tanaman buah yang ditanam dalam pot perlu perawatan khusus, tidak bisa disamakan dengan yang ditanam langsung ditanah.

Kalau ditanah kan di biarkan begitu saja, hanya disirami dan dikasih pupuk seperlunya sudah cukup, kalau tanam buah di tabulampot tidak bisa, perlu ada perlakuan yang sedikit special dibanding yang tanam ditanah.

Kita akan bahas bagaimana cara perawatannya di bagian bawah posting ini. Namun sebelumnya, kita akan bahas cara membuat tabulampot dulu ya…

Cara Membuat Tabulampot

Menaman buah dalam pot itu caranya hampir sama dengan menanam pada tanah langsung, cuman bedanya di kontainer alias wadahnya saja. Jadi langkah2 nya pun hampir sama.

Sebelum kita bahas cara membuat tabulampot, kita siapkan bahan2nya dulu ya:

A. Bibit

Tentukan jenis buah yang mau anda tanam, dan juga pastikan kualitas bibitnya bagus. Saran dari para pelaku yang sudah berpengalaman, bibit tanaman buah lebih baik hasil dari cangkokan atau stek (perbanyakan vegetatif).

Alasannya adalah karena dia cepat berbuah dan juga akan membawa sifat asli dari indukannya. Jadi tingkat keberhasilan budidaya akan lebih tinggi dibanding kalau anda menanam bibit hasil biji (perbanyakan generatif)

B. Media tanam

Bibit bagus nggak akan jadi bagus kalau media tanamnya gak bagus. Media tanam yang banyak dipakai untuk budidaya tanaman buah dalam pot adalah campuran antara 1 bagian tanah atau pasir, 1 bagian arang sekam dan 2 bagian kompos.

Kita juga akan perlu batu kerikil atau pecahan batu bata atau genteng untuk dasaran media tanam, juga ijuk kalau ada supaya tanah dan kompos tidak ikut hanyut saat penyiraman.

Bahan2 ini bisa pula diganti dengan bahan yang lain namun berfungsi sama, misal kompos yang berfungsi sebagai pupuk bisa diganti pakai kotoran kambing atau pupuk kandang lainnya, tergantung yang banyak tersedia di daerah kita lah.

Bekas cacing atau bekas maggot BSF adalah salah satu media kaya nutrisi yang bisa anda pakai jika tersedia.

C. Pot nya

Namanya tabulampot nggak akan lengkap tanpa pot kan? Kalau pot bisa pakai bahan2 yang ada disekitar kita saja, misal dari drum bekas pelumas pertamina yang dipotong jadi 2, ini ideal untuk buah yang besar.

Atau bisa pakai ember plastik bekas cat 5 liter yang warna putih itu, ideal untuk pohon buah ukuran kecil. Kalau pakai wadah bekas, pastikan sudah dibersihkan dulu ya, biar steril wadahnya.

Kalau mau fancy2an, kita bisa pakai pot tanah liat yang ukuran besar itu, ini cuakep lho kalau ditarus di teras depan rumah, terutama kalau tanaman buahnya yang ukuran kecil2 misalnya jeruk mandarin. Selain jadi sumber buah2an, bisa jadi dekorasi yang eye catching kan?

D. Tekad dan niat yang bulat

Point yang terakhir ini juga adalah yang paling penting. Semua rencana dan fasilitas akan percuma kalau nggak ada tekad dan niat yang bulat untuk melaksanakannya. Jadi…wayoooo semangads…!

Setelah bahan2 siap, berikut langkah2 menanam buah dalam pot:

  1. Ratakan pecahan batu bata atau genteng didasar pot, kemudian diatasnya baru diletakkan ijuk atau sabut kelapa.
  2. Isi pot dengan media tanam, separo saja jangan langsung penuh
  3. Masukkan bibit buah pilihan kita
  4. Masukkan media tanam sampai penuh, timbun dan padatkan bagian sekitar akar supaya tidak roboh
  5. Siram secukupnya, untuk sementara letakkan pot ditempat yang teduh atau tidak kena sinar matahari langsung. Kalau sudah benar2 kuat akar dan daunnya baru kita pindah ke tempat yang kita inginkan

Cara Merawat Tabulampot

Sama seperti kalau kita menanam buah di tanah, tabulampot juga perlu dirawat. Bahkan ada kalaunya perawatannya lebih intensif dibanding tanam konvensional di tanah. Berikut beberapa perlakuan perawatan tabulampot yang perlu kita lakukan.

A. Penyiraman Tanaman

Penyiraman tanaman buah dalam pot harus dilakukan secara teratur, bukan sering ya, namun teratur. Karena ruang tanamnya sempit alias dalam pot, maka media tanamnya beresiko mudah kering.

Beda sama ditanah yang bisa menyerap dan menyimpan air dengan lebih baik. Makanya penyiraman tabulampot harus rajin.

Pada musim kemarau, tanaman yang kena matahari langsung harus disiram tiap hari, tanaman yang butuh banyak air misalnya jambu air harus disiram tiap pagi dan sore. Kalau tanaman yang tidak perlu banyak air kayak durian gitu mungkin sekali sehari tiap pagi atau sore sudah cukup.

Kita harus bisa kira2 berapa banyaknya air yang diperlukan ya, jangan terlalu banyak karena bisa menyebabkan pembusukan akar atau jamur dibatang, jangan pula terlalu sedikit yang bisa bikin tanaman kita kekeringan kurang air. Harus pass lah…

B. Pemupukan Tanaman

Pemupukan adalah hal yang vital kedua untuk tanaman buah dalam pot mengingat terbatasnya media tanam yang ada didalam pot. Pemupukan bisa dilakukan sebulan setelah penanaman benih, kemudian pemupukan kedua dan selanjutnya bisa dilakukan 3-4 bulan sekali.

Pupuk yang digunakan sebaiknya yang organik2 saja kayak kompos dan pupuk kandang. Selain lebih murah dan mudah didapat, pupuk organik juga lebih kaya kandungan nutrisi nya.

Kita pakai pupuk kimia jika dibutuhkan saja misal untuk merangsang daun, akar atau buah. itupun kalau memang diperlukan, kalau tidak ya pakai pupuk organik saja sudah cukup kok.

C. Pemangkasan Tanaman

Salah satu cara membuat tabulampot cepat berbuah adalah dengan melakukan pemangkasan secara rutin dan terukur.

Dahan dan daun yang terlalu banyak akan menguras nutrisi yang harusnya bisa difungsikan untuk pembentukan bunga dan buah, namun kalau pemangkasan dilakukan secara tidak terukur, bisa jadi malah mati tanaman kita karena tidak bisa memproses nutrisi dari proses photosintetis.

Menurut info yang bisa dibaca disini, pemangkasan tanaman tabulampot yang ideal adalah dengan rasio 1-3-9 yang berarti, dalam setiap 1 batang utama, terdapat maksimal 3 batang sekunder,maksimal  dan dalam 1 batang sekunder, maksimal terdapat 3 batang tersier.

Batang yang dipilih untuk dibiarkan tumbuh adalah yang sehat dan kuat, sekaligus juga memiliki unsur estetika pada tanaman.

Pemangkasan juga bisa dilakukan kalau batang tanaman terserang penyakit, atau dilakukan saat kita pindah ke pot baru.

Selain pemangkasan dahan dan daun, kita juga perlu memangkas akar tanaman kita, hal ini bertujuan agar kepadatan akar bisa terjaga untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam ruangan yang terbatas

D. Penggantian Media dan Pot

Penggantian media tanam dan pot perlu dilakukan mengingat terbatasnya ruang tanam pada teknik tabulampot. Kalau ukuran tanaman sudah terlalu besar, maka perlu dilakukan pemindahan ke pot yang lebih besar agar pertumbuhannya bisa maksimal.

Saat pemindahan tanaman ini adalah waktu yang tepat untuk mengganti media tanam dan memangkas akar. Biar bisa refresh semua baik tanaman dan media nya.

Tips biar gak repot saat proses pindah memindah ini adalah dengan memakai pot ukuran kecil saat tanaman masi kecil, dan berangsur angsur kita besarkan pot nya saat tanaman juga tumbuh besar.

E. Pengendalian Hama

Hama tanaman dalam teknik tabulampot ini sama seperti yang menyerang tanaman yang ada ditanah, cara pengendalian dan pencegahannya pun sama. Masing2 hama punya cara sendiri2 untuk membasminya.

Namun cara yang paling umum yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan media tanam dan lingkungan sekitarnya.

Pemakaian insektisida sebisa mungkin jangan pakai yang kimia, kan tabulampot ini juga berfungsi sebagai tanaman hias, kuatirnya kalau anak2 petik buah dan langsung dimakan, bahaya lho…sebisa mungkin pakailah insektisida organik yang bisa kita beli atau bikin sendiri.

Kesimpulan:

Menurut kami, tabulampot itu bisa sangat menyenangkan lho, selain dapat manfaat dari buah yang kita tanam sendiri, tanaman buah dalam pot juga bisa jadi hiasan rumah yang unik dan bahkan cantik.

Bagaimana menurut anda? apakah anda punya pengalaman atau pengetahuan tentang cara membuat tabulampot atau topik berkebun lain pada umumnya? Silahkan share di kolom komentar ya. Terima kasih…