Kalau kita mau bicara tentang jenis tembakau nusantara secara komplit, maka tulisan ini akan setebal buku motivasi yang ratusan halaman jadinya, ya karena ada buanyak sekali tembakau yang dibudidayakan di negara kita.

Indonesia memang sudah sejak zaman kerajaan kondang sama tembakaunya, bahkan beberapa tembakau terbaik di dunia ada di negara kita ini.

Namun tahukah anda kalau tembakau sebenarnya bukanlah tanaman asli dari negara kita? tanaman dengan nama latin nicotiana tabacum ini diduga berasal dari daerah amerika selatan atau utara. Setelah konsumsi tembakau menjadi sebuah trend disana2, akhirnya tembakau pun dibawa masuk ke Indonesia oleh para kolonis asal belanda yang menjajah kita selama ratusan tahun.

Tembakau yang dibawa masuk ke Nusantara berkembang menjadi tembakau berkualitas dan bahkan melebihi kualitas tembakau dimana dia berasal.

Saya bukan ahli tembakau lho ya…saya cuma berbagi apa yang saya tahu, kalau salah atau ada informasi tambahan mohon dikomentari…

Namun terlepas dari sejarah versi wikipedia dan penulis barat, banyak juga kearifan lokal yang mengatakan kalau tanaman tembakau itu ya aslinya juga sudah ada di negara kita.

Mana yang benar? apakah itu penting? nggak kalau menurut saya, yang penting pada kenyataannya tembakau sudah dinikmati di negara kita selama mbuh berapa abad, dan sampai sekarang walaupun sekarang lagi gencar2nya kampanye anti tembakau dan lain2, namun Indonesia tetap menjadi negara peng konsumsi tembakau tertinggi di dunia.

Jadi mau asalanya dari amerika, afrika, atau dari mars sekalipun ya nggak terlalu penting sih, yang pasti sudah ada disini dan enjoyable ye kan…? sambil ngopi mungkin?

Jenis Tembakau Nusantara

Ada banyak banget jenis2 tanaman tembakau, namun setahu saya yang paling banyak ditanam dan dipakai ada 3 jenis yakni Virginia, Burley dan Oriental. Namun perlu di ingat bahwa jenis satu akan beda karakter jika ditanam dibeda daerah, virginia paiton akan beda karakter dan rasa dibanding virginia weleri, begitu pula dengan jenis dan daerah lain.

  • Tembakau virginia adalah yang paling banyak dipakai di industri rokok dan cerutu, tembakau ini daunnya berwarna lebih terang dibanding tembakau jenis lainnya, makanya banyak yang sebut tembakau ini dengan istilah “bright tobacco”. Tergantung dari proses pengeringannya, biasanya hasil akhir tembakau virginia berwaran kuning kecoklatan muda atau terang. Karakter rasa dan aroma nya ringan / light body dengan konsentrasi nikotin rendah dengan kadar gula tinggi yang menjadikan tembakau ini ideal digunakan sebagai bahan utama pembuatan rokok dan cerutu.tembakau virginia
  • Tembakau burley hampir mirip dengan tembakau virginia, namun warna daunnya lebih gelap dibanding jenis virginia. Tembakau keringnya berwarna coklat kemerahan hingga ciklat tua. Tembakau burley kehilangan hampir semua kandungan gula pada saat curing atau pengeringan, maka dari itu tembakau ini punya note aroma yang sangat khas dan juga memiliki daya serap yang sangat tinggi terhadap saus. Tembakau jenis burley banyak dipakai untuk cerutu dan campuran rokok amerika kayak marlboro dan kawan2.daun tembakau burley
  • Tembakau oriental, atau banyak orang menyebutnya sebagai tembakau turki, adalah tembakau yang aromatik, mempunyai karakter manis dan lembut, beraroma herbal, spicy, atau dupa. Tembakau oriental adalah bahan baku utama pembuatan rokok kretek, kita tahu sendiri kan kalau rokok kretek adalah rokok yang kaya rasa dan aroma, cocok banget dengan karakter tembakau ini.tembakau oriental

Di Indonesia, kualitas dan karakter tembakau ditentukan mainly dari daerah dimana dia ditanam, hal berikutnya yang menentukan kualitas tembakau adalah benih, musim penanaman dan proses pasca panen.

Ada daerah2 tertentu di nusantara yang menghasilkan tembakau berkualitas tinggi, diantaranya adalah:

1. Deli disumatra utara, tembakau deli memang kurang begitu terkenal dikalangan penikmat rokok, namun nama tembakau deli atau tembakau medan sudah sangat kondang di kalangan penikmat cerutu dunia.

Kualitasnya bahkan bisa disamakan dengan kualitas tembakau cerutu havana kuba…memang kondang. Namun sayang sekarang sudah hampir tumbang, hanya karena lahan yang disulap jadi kebun sawit dan kebun tebu. sayang memang…

2. Temanggung di Jateng, tembakau srintil disebut sebagai salah satu tembakau yang terbaik didunia, dan tumbuh hanya di sebagian kecil daerah lereng gunung sindoro di Tembanggung.

Tembakau srintil yang punya kesan “magis” ini tidak bisa dibudidayakan secara massal, karena dia hanya bisa jadi srintil kalau ditumbuhi jamur jenis tertentu, yang hanya bisa tumbuh pada waktu yang tepat, cuaca yang tepat, dan suhu yang tepat. wes pokok e angel e poll lah golek srintil.

Harga jualnya pun setinggi langit. Srintil terlalu kuat jika dihisap langsung sebagai rokok atau sebagai tembakau pipa, dia harus dipakai sebagai “bumbu” atau campuran tembakau lain. Mayoritas rokok kretek memiliki komposisi srintil pada campuran tembakaunya.

3. Klaten, Sleman, Boyolali, Sukoharjo, mayoritas varietas yang ditanam adalah jenis virginia, digunakan sebagai bahan utama pembuatan rokok dan juga sebagai bahan isian atau filler, binder dan wrapper cerutu.

4. Madura, tembakau asal madura memang sudah kondyang sampai ke manca negara. letak geografisnya sangat ideal untuk menghasilkan tambaku berkualitas yang digunakan untuk bahan rajangan rokok.

5. Jember, jenis tembakau besuki, ada yang ditanam sebelum panen padi dan sesudah panen padi. unik memang, kalau tembakau besuki yang ditanam sebelum panen padi dipakai untuk rokok, sedangkan tembakau besuki yang ditanam setelah panen padi dipakai sebagai bahan filler, binder dan wrapper cerutu.

6. Lombok timur, penghasil tembakau virginia berkualitas yang digunakan sebagai bahan pembuatan rokok.

Selain daerah2 diatas, memang masih banyak daerah penghasil tembakau lainnya di nusantara. Rata2 hasil tembakaunya belum diakui dunia kualitasnya, namun itu bukan berarti jelek lho ya, ini hanya masalah standarisasi industri yang sudah ada saja kok.

Beberapa Cara Curing Tembakau

Kualitas akhir sebuah tembakau juga ditentukan oleh bagaimana proses pengeringan setelah panen, atau dala istilahnya disebut proses curing. Ada 3 macam proses curing yang dilakukan di industri tembakau, berikut penjelasan singkatnya:

  • Air-cured tobacco atau tembakau kering angin, prosesnya sangat sederhana yakni dengan menggantung daun tembakau diruangan yang memiliki ventilasi udara yang bagus selama 4 – 8 minggu. Hasil akhirnya adalah daun tembakau yang rendah kadar gula nya namun tetap tinggi nikotin. Hampir semua tambakau cerutu pakai cara ini untuk curing nya, kalau di indonesia tembakau besuki dan deli pakai cara ini untuk proses pasca panen tembakau mereka.air curing tembakau
  • Fire-cured tobacco atau tembakau kering asap / panggang. pada dasarnya sama dengan air cured, daun tembakau digantung dengan ketinggian tertentu didalam ruangan berventilasi, kemudian diasapi dari bawah sampai kering, proses nya bisa singkat selama 3 hari dan lama sampai 10 minggu tergantung kebutuhan. Kalau di Indonesia, tembakau yang memakai sistem fire cure ini contohnya adalah tembakau garangan dari wonosobo.fire curing tembakau
  • Flue-cured tobacco atau pengeringan tembakau dengan panas, hampir sama dengan fire-cured tobacco, namun bedanya pada flue cured, daun tembakau yang digantung tidak kena asap api, melainkan pembakaran kayu atau gas dilakukan diluar ruangan kemudian panas dialirkan melalui pipa2 atau cerobong (flue) kedalam ruangan tempat dimana daun2 tembakau digantung. jadi intinya hampir sama kayak oven mungkin ya. Hasilnya adalah tembakau yang manis karena kadar gula masih tinggi, dengan kadar nikotin sedang.
  • Sun-cured tobacco atau kering jemur, metode curing jemur adalah yang paling banyak dipakai di Indonesia karena murah biayanya. daun atau rajangan tembakau di gelar di alas khusus dan dijemur dibawah terik matahari langsung, hasilnya adalah tembakau yang manis dan rendah nikotin.
  • Fermentation alias fermentasi adalah proses kedua yang kadang2 dilakukan pada tembakau2 tertentu, ada banyak metode fermentasi mulai dari fermentasi menggunakan  air gula, wisky, atau barrel2 kayu aromatik. kalau di Indonesia, tembakau srintil juga mengalami proses fermentasi yang cukup rumit, tembakau soppeng menurut saya juga adalah hasil fermentasi, meskipun prosesnya sama seperti fire-cured tobacco.

Sudah dulu ya tulisan ini, kepanjangan bosen ntar malah, pada tulisan lain, saya akan coba berbagi pendapat saya mengenai beberapa jenis tembakau nusantara yang pernah saya cobain. Kalau ada kritik dan saran atau tambahan informasi monggo lho ditulis dikolom komentar. Terima kasih sudah mampir disini dan semoga semua kebaikan selalu bersama kita semua. Salam…