Cara memelihara ikan koi supaya bisa tumbuh maksimal dipengaruhi oleh 4 faktor utama yakni kualitas air, kualitas pakan, kondisi lingkungan, dan bagaimana pencegahan dan penanggulangan penyakit. Kalau 4 faktor ini bisa dipenuhi dengan baik, maka besar kemungkinan kita untuk bisa sukses dalam memelihara ikan koi.

Sebenarnya tidaklah rumit untuk memelihara ikan hias air tawar yang paling populer didunia ini, asalkan airnya bagus saja sudah bisa hidup kok. Bagusnya juga tidak yang sebagus air minum kok, bahkan sekarang ini banyak ditemui selokan2 yang ditebar benih ikan koi, dan bisa hidup tuh (dengan catatan tentunya)

Ikan koi juga tidak butuh makanan yang spesifik untuk bisa hidup, karena pada dasarnya ikan ini adalah omnifora, atau pemakan segalanya. Jadi dikasih sayur, udang, bahkan serangga juga mau dia. Namun memang kalau mau tumbuh maksimal baik badan maupun warnanya, diet nya juga harus diatur.

Dipostingan kali ini, kita akan bahas mengenai faktor2 tersebut, kita kupas secara detail satu per satu ya. Postingan ini bakalan sedikit panjang, jadi daftar isi dibawah ini akan membawa anda langsung ke point yang anda inginkan.

Daftar Isi:

1. Faktor Air

2. Faktor Pakan

3. Faktor Lingkungan

4. Penyakit Ikan Koi

Cara Memelihara Ikan Koi

cara memelihara ikan koi

1. Faktor Air Kolam Koi

Kualitas air adalah faktor utama kalau kita bicara tentang memelihara ikan, lha namanya juga ikan, hidupnya di air, jadi ya faktor utama penunjang kehidupannya ya memang air.

Bahkan kita juga setuju kalau miara ikan itu sama dengan miara air.

Ada 3 point utama dalam hal kualitas air, dan satu faktor tambahan yakni bahan penambah kualitas air:

  • Sumber air itu sendiri
  • Desain kolam
  • Sistem filtrasi

Ikan koi bisa tumbuh dengan baik dikondisi panas maupun dingin. Di negara asalnya sana, jepang, yang notabene negara 4 musim, koi juga mampu bertahan melewati musim salju di air yang dingin. Tapi tidak di es ya, air dingin sama es itu…beda.

Meskipun bisa hidup di air bersuhu dingin, ikan koi hampir ber hibernasi saat musim dingin. Makannya dikit, geraknya dikit, safe energy lah pokoknya. Bersyukurlah kita hidup di negara tropis, yang gak punya musim dingin yang melumpuhkan.

Ikan koi juga pasti seneng sama iklim negara kita, dia bisa bergerak bebas sepanjang tahun tanpa batasan suhu yang mencekat tulang dinginnya. Namun bagaimanapun juga, ikan koi butuh air dengan parameter dan kondisi2 tertentu.

Mari kita simak faktor2 yang bisa mempengaruhi kualitas air untuk memelihara ikan koi, kita mulai dari point pertama ya…

1.1 Sumber Air

Kita pasti tahu kalau mata air daerah satu itu beda kandungan mineralnya dengan daerah lainnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas mata air suatu daerah seperti, ketinggian daerah tersebut dari permukaan laut, letak geografis dan buanyak faktor lain.

Berikut adalah beberapa point yang perlu diperhatikan dari sumber air untuk kolam ikan koi kita:

1. Bebas klorine

Sumber air untuk kolam ikan koi haruslah bebas dari klorine atau kaporit, jadi kalau anda pakai PDAM sebagai sumber air anda, maka harus ada tindakan lebih dulu untuk menghilangkan kandungan zat2 tersebut sebelum digunakan untuk kolam koi.

Cara menghilangkan klorine atau kaporit bisa dengan cara mendiamkan dulu semalaman dengan aerasi yang kuat dengan harapan kandungan kaporit akan menguap bersama gelembung2 udara dari aerator.

Klorine juga bisa dihilangkan dengan menambahkan cairan dechlorinator yang bisa anda beli di toko ikan hias terdekat atau di toko online. Baca aturan pakai dengan seksama ya… Oiyha, klorine atau kaporit efeknya merusak ingsang ikan koi, kebakar kalau istilah peternak.

2. Bebas logam berat

Selain kandungan kaporit, sumber air untuk kolam koi haruslah bebas dari logam berat berbahaya macam timbal, tembaga, mercury, dan logam berbahaya lainnya.

3. Kaya mineral

Sumber air yang baik untuk koi sebaiknya adalah air yang kaya mineral, kalau di istilah per air an namanya “hard water”, Kebanyakan air PDAM terlalu lunak untuk kolam ikan koi.

Untuk mengatasi hal ini, kita perlu menambahkan garam ikan dan baking soda jika diperlukan. Berapa dosisnya? tergantung kebutuhan.

Koi suka air dengan kandungan karbonat sebanyak 150-300 mg/liter. Penambahan garam ikan sebanyak 0.1% dari jumlah total air kolam.

Hati2 saat menambahkan garam atau baking soda ya, sebab mereka ini menaikkan kadar PH dalam air kolam. Jadi musti seimbang.

4. Kalau bisa pake air sumur dalam

Sumber air yang paling baik untuk kolam ikan koi adalah air tanah pegunungan yang kaya mineral, namun air bersih lainnya juga bisa dipakai asalkan kita tahu parameter yang cocok untuk kebutuhan hidup ikan kita.

Alat ukur kualitas air diperlukan untuk memastikan hal2 tersebut diatas. Mahal sih memang, tapi ini alat yang “harus punya” kalau anda memang mau serius memelihara ikan koi

1.2 Design Kolam

Yang kita maksud dengan design disini adalah bentuk dan juga material kolam. Ya memang benar, bentuk kolam sangat berpengaruh pada kualitas air karena hubungannya dengan waterflow dan efisiensi filter.

Sedangkan material kolam berpengaruh pada kualitas mineral dan pakan alami. Oke, kita bahas mengenai bentuk kolam dulu ya.

Sebenarnya, tidak ada bentuk kolam yang terbaik, semua tergantung pada kebutuhan masing2 individu. Mau kotak, persegi panjang, bundar, lonjong, tidak jadi masalah. Yang penting adalah ukuran…

Minim lebar kolam adalah 1 meter, minim ya…

Cara memelihara ikan koi agar bisa tumbuh ideal memang tergantung pada ukuran kolam, ya ini salah satu faktor utama sih…Jadi meskipun kita punya bibit koi yang jos gandos F1 dari breeder kondang seantero jagad, tapi kalau ukuran kolam tidak memadai, janganlah berharap ikan kita bisa tumbuh maksimal.

Selain ukuran panjang dan lebar, ikan koi juga perlu kedalaman yang cukup untuk tumbuh maksimal, saran para ahli adalah minimal kedalaman air 1 meter. Air dalam juga membantu menjaga kestabilan suhu air kolam dari fluktuasi suhu lingkungan.

Usahakan agar bentuk kolam ikan koi kita tidak ada yang tajam sudutnya, ini urusannya sama kelancaran sirkulasi air dan juga menjaga ikan kalau cidera kena sudut tajam. Kasian kan kalau misal lagi rebutan makanan trus kepalanya kepentok sudut yang tajem. Bonyok ndrooo…

Material Kolam Koi

Material untuk bikin kolam koi kita bedakan jadi 3 jenis.

  1. Pakai batu bata dan semen atau concrete
  2. Pakai bahan sejenis plastik
  3. Pakai tanah atau kolam sawah

Masing2 bahan punya keunggulan dan kelemahan sendiri2. Yuk kit bahas secara singkat dibawah ini.

1. Kolam bata atau cor

kolam ikan koi batu bata

Ini mungkin yang paling banyak dipakai di Indonesia. Meskipun bikinnya nggak bisa sembarangan alias butuh tenaga khusus (tukang batu), namun kekuatannya yang menjadikan orang kita banyak pilih material ini untuk bikin kolam koi.

Kolam batu bata, atau kita sebut kolam semen ya…bisa dibangun dengan cara menggali tanah atau diatas permukaan tanah.

Kelebihan Kolam Semen

Kelebihan konstruksi kolam semen adalah, tadi…kuat. Mau gimana lagi, ini kan cor, sama kayak jembatan atau jalan tol itu. Jadi y memang kuat.

Yang kedua, kolam semen lebih stabil menjaga suhu air. Konstruksi semen cor tidak mudah menyerap dan melepaskan panas, makanya meskipun suhu udara berubah drastis, air kolam tidak akan naik turun dengan dramatis kalau di kolam semen.

Kelebihan yang ketiga adalah fleksibel bentuk dan ukurannya. Mau bikin bentuk yang aneh2 dengan ukuran segede waduk sekalipun bisa kalau pakai konstruksi cor. Tapi ada kelemahannya lho…

Kelemahan Kolam Semen

Kelemahannya yang pertama adalah…bocor. meskipun kuat, banyak kasus kebocoran dikolam semen. Ini bisa jadi disebabkan oleh banyak hal, namun rata2 kebocoran terjadi karena adanya retak rambut disudut2 tersembunyi yang luput dari perhatian sang pembikin.

Percayalah…kalau sudah bocor…setengah mati repotnya. Solusinya adalah pake cat khusus kolam atau waterponding.

Yang kedua, mahal. Biaya bikin kolam cor itu hampir kayak bikin rumah lho. Lha kan emang bahan yang dipake sama kayak kalau bikin rumah, bahkan lebih bagus kualitas materialnya, baik pasir, semen, atau batu, besi, dan lain2nya.

Yang ketiga, ini cor, jadi ya permanen. Kalau anda masih sewa rumahnya, jangan pakai konstruksi ini buat bikin kolam koi. Solusinya adalah pakai bahan sejenis plastik dibawah.

Lanjut, semen meskipun sudah kering dan dibilas berkali2, kadang masih mengandung racun yang berbahaya bagi ikan. Pastikan kolam sudah aman dari sisa semen sebelum masuk ikan ya.

2. Kolam bahan sejenis plastik

kolam koi pake pond liner

Anda mungkin belum tahu kalau dinegara luar sana, terutama amerika dan eropa, bikin kolam koi rata2 pake bahan sejenis plastik campuran karet yang biasa disebut pondliner. Kalau di negara kita, pondliner ini sekarang sudah mulai banyak dipake di tambak udang atau budidaya ikan bernilai ekonomis tinggi.

Pondliner ini sangat kuat, bahkan disebutkan kalau bisa tahan puluhan tahun tanpa mengalami kerusakan yang berarti. tapi ya namanya karet, kalau kena barang tajam pasti ya robek, misal kena batu dekorasi kolam, atau akar pohon. Ini memang resiko utama bahan pondliner.

Cara ngatasinya adalah pake lapisan geotextile dulu sebelum aplikasi pondliner. Kita bahas pondliner secara lebih mendetail kapan2 lah, (link menyusul kalau sudah ada postingannya)

Bahan alternatif pondliner adalah terpal semi karet, banyak kan sekarang yang jual. Ini lumayan awet lho, saya udah punya 5 tahun dan masih baik2 saja tuh. Padahal pakenya juga diluar ruangan kena panas dan hujan langsung dan nonstop.

Sama seperti pondliner, terpal semi karet ini dateng dari pabrik dalam bentuk lembaran, baru oleh para penyedia kolam terpal dipotong dan “dijahit” pake panas menjadi bentuk2 yang diinginkan. Biasanya sih bentuknya bunder yang populer buat kolam bioflok itu.

Kelemahan kolam terpal semi karet adalah lama kelamaan jadi getas alias mengeras dan patah, ini riskan menjadi sumber kebocoran terutama pada lipatan. Kolam saya punya sekarang bentuknya bunder, dan rapi hampir tanpa ada lipatan, jadi aman.

Alternatif kolam bahan plastik adalah kolam fiber. diluar sana banyak yang jual kolam fiber atau plastik molding yang sudah ready made lho, jadi udah bentuk kolam berkelok2 kayak kolam alami gitu. Tapi biasanya sih ukurannya kecil. Kalau yang gede dan untuk aplikasi komersial biasa dibuat dari fiberglass dan resin.

Fiberglass memang sangat kuat, dipake dibuanyak aplikasi mulai dari perahu, body kendaraan sampai komponen pesawat terbang. Kolam fiberglass juga tidak beracun dan bisa ditumbuhi lumut, jadi aman dan bagus buat memelihara ikan koi.

Kelemahan kolam fiber adalah harganya yang mehelll…dan kalau anda belinya dari produsen yang kurang berkualitas, bisa jadi rusak dini lho. Anda musti bertanya berulang kali kalau ditawarin kolam koi bahan fiberglass harga kelewat murah. Ati2 ya…

3. Kolam Tanah

cara memelihara ikan koi dikolam tanah

Cara memelihara ikan koi yang paling ideal versi peternak ikan koi adalah dikolam tanah. Banyak kelebihan kolam tanah yang gak mungkin bisa digantikan atau didapatkan dari bahan sintetis lainnya.

Kelebihan pertama adalah mineral, seperti yang kita tahu, tanah itu banyak mengandung mineral, dan banyak dari mineral2 tersebut diperlukan untuk pertumbuhan ikan koi.

Kedua, partikel mud atau lumpur bisa menyerap racun yang mungkin terlarut dalam air. Dan juga menjadi tempat berkembang biak bakteri yang baik hati yang berfungsi sebagai pengurai racun2 dalam air.

Ketiga, lumpur juga bsia jadi tempat berkembang biak hewan2 kecil yang bisa jadi makanan tambahan bagi ikan koi. Dan hewan air adalah sumber protein terbai bagi ikan koi.

Kekeruhan yang terjadi pada kolam tanah juga berguna bagi ikan koi, yakni untuk mendapatkan zona yang nyaman untuk dia hidup. Maksudnya adalah kekeruhan ini membatasi masuknya sinar matahari ke dasar kolam. Jadi saat koi perlu sembunyi atau gak mau terlihat oleh predator (kita), dia cukup menyelam lebih dalam dan dia akan merasa nyaman.

Kekeruhan juga salah satu faktor yang menjaga fluktuasi atau perubahan suhu dalam kolam koi terjaga dengan stabil. Suhu kolam tanah tidak mudah naik turun dengan drastis, lebih baik daripada kolam semen. Tanah kan gede tuh, namanya juga tanah—bumi—you know? menyerap panas dan dingin jauuuh lebih baik dari apapun kan?

Kalau kekurangan kolam tanah yakni sulitnya mengontrol parameter air.

Kolam tanah perlu supply air secara konstan melalui sungai atau sumur. Kolam tanah kan merembes, meskipun dikit2, makanya perlu di top up dengan air baru terus menerus.

Kalau top up nya ini pakai air sumur mungkin aman, tapi tagihan listrik bakal melambung tinggi. Kalau gak mau palai pompa listrik mungkin bisa pakai kincir angin, atau tenaga nasi alias pake otot, dan keduanya sangat tidak reliable.

Kebanyakan pembudidaya ikan koi pake air sungai untuk top up kolam tanah, nah kalau air sungainya bersih kek di jepang sih oke2 saja. Toh orang2 sana juga sangat menghargai alam, jadi kemunginan polusi juga minim.

Kalau di negara kita…hadeeehhh…no offense, but you know lah gimana kita memperlakukan sungai.

Oiyha, kandungan mineral dan zat2 alami yang menguntungkan bagi ikan koi juga beda2 tiap daerah. Semua tergantung pada topografi dan kondisi lingkungan sekitar sumber air.

Jadi kalau mau pake air sungai untuk memelihara ikan koi, pastikan dulu parameternya bener dan sesuai ya. Jangan asal.

1.3 Sistem Filtrasi Untuk Memelihara Ikan Koi

Kalau ingin sukses memelihara ikan koi, atau ikan jenis apapun, kita harus tahu benar bagaimana cara memelihara air. Salah satu cara memelihara air adalah dengan menyediakan sistem filter yang kuat dan mumpuni dikolam atau di akuarium kita.

Kenapa sih butuh filter, toh air juga masih bening kok?

Pertanyaan ini sering kita jumpai dari orang yang awam yang mungkin belum pernah miara ikan secara pribadi.

Jadi gini…kualitas air yang baik untuk ikan itu tidak harus bening, jadi air bening tidak pasti bagus, dan air keruh tidak selalu jelek. Begitu pula sebaliknya…

Air jernih kadang bisa mengandung kadar racun seperti amoniak yang tinggi, atau bisa jadi minim kadar oksigen terlarut, atau bahkan bisa jadi sudah terkontaminasi logam berat yang berbahaya bagi kesehatan ikan dan bahkan manusia.

Air keruh pun belum tentu jelek buat memelihara ikan koi, contohnya adalah pada kolam tanah seperti yang kita bahas diatas, justru malah bagus. Intinya adalah parameter air yang sesuai untuk pertumbuhan ikan koi.

Nah…balik ke masalah filter kolam koi, kita membutuhkan filter untuk kolam koi untuk memastikan parameter air itu sesuai untuk kebutuhan ikan koi.

Ini beda urusannya kalau kita memelihara ikan koi dikolam tanah ya, ndak perlu filter sebab air mengalir terus menerus.

Kalau kita memelihara ikan dalam kolam yang airnya kita sirkulasi, atau kita pakai terus menerus, maka kehadiran sebuah sistem filtrasi adalah harus. Sebab bagaimanapun juga, ikan pasti mengeluarkan kotoran, dan juga mengkonsumsi oksigen.

Nah…tugas sebuah filter adalah menyaring kotoran dan mengembalikan kondisi air agar tetap prima seperti semula, atau mendekati kondisi prima si air lah…

Bagaimana filter kolam ikan koi bekerja?

Pada dasarnya, filter kolam koi bekerja dalam 3 langkah. walaupun itu kolam koi sederhana maupun yang super canggih sekalipun. berikut adalah bagian2 nya:

A. Filter mekanis

cara memelihara ikan koi - filter RDF

Pada bagian ini, kotoran yang berasal dari ikan atau lingkungan sekitar dipisahkan dari air. Alat atau filter mekanis ada buanyak macemnya, mulai dari yang simple macam swirl filter, pengendapan atau radial flow, pake kapas filter, sampai yang modern high tech macam RDF (rotary drum filter)

Media filter mekanis ini banyak banget, bisa pake yang simple seperti jaring nelayan atau paranet, sampai yang susah didapat seperti stainles mesh.

B. Filter Biologis

Disini, air yang sudah “agak bersih” dipoles lagi biar kinclong bersihnya. Maksudnya gini, meskipun air sudah tidak ada kotoran berukuran besar, tapi kotoran yang terlarut dalam air yang ukurannya mikron kan gak bisa disaring di filter mekanis.

Nah fungsi filter biologis adalah memanfaatkan bakteri2 pengurai untuk “memakan” kotoran2 berukuran mikro tersebut dan juga mengubah zat2 berbahaya menjadi zat2 yang lebih tidak berbahaya atau aman untuk ikan.

Di alam, proses ini disebut nitrogen cycle

Media filter mekanis juga buanyak banget, bisa pake kapas filter tadi, pakai jaring nelayan, paranet, jap mat, kaldnes, dan masih banyak yang lainnya.

cara memelihara ikan koi - media filter kaldness K1

C. Filter Kimia

Filter kimia ini opsional, namun bisa jadi sangat diperlukan kalau kondisi air atau lingkungan jelek sekali. Filter kimia ini bertugas menyerap kandungan racun dalam air, atau mematikan patogen yang hidup di air.

Filter kimia bisa berupa karbon aktif, batu zeolit, karang jahe, atau pakai lampu UV untuk membunuh patogen dan lumut yang berlebihan.

Bahan Penambah Kualitas Air

Bahan2 ini banyak dijual ditoko ikan atau di lapak2 penjual ikan online. Banyak jenisnyan, namun kita absen saja yang paling umum dipake:

  • Bakteri starter yang berfungsi sebagai bakteri pengurai kotoran dalam air. biasanya jenisnya bakteri nitrobacter Bakteri pembantu pencernaan ikan, biasanya sejenis lactobacillus. yang paling kondang dipasaran adalah merk EM4.
  • Mineral enhancer, ini agak jarang dipake kolam para awam sih, biasanya para high end koi owner aja yang pake. fungsinya suplemen penambah mineral biar kayak kolam tanah. lho… Perlu nggak sih bahan2 ini? kalau menurut saya sih nggak perlu2 banget.

Bahan2 diatas hanya berfungsi sebagai “kickstarter” saja, karena sebenarnya bakteri dan mineral sudah ada dialam kalau kita melihara airnya bener.

Kesimpulan dari faktor air untuk memelihara ikan koi adalah:

Nggak perlu ribet dan njlimet untuk menghasilkan air yang bagus untuk kolam koi kita. Yang penting kita tahu parameter kebutuhan ikan dan bagaimana cara menghadirkannya dalam kolam sudah cukup.

Alat2 yang fancy dan canggih juga nggak harus ada untuk memelihara ikan koi dengan baik. kalau ada ya bagus, kalau nggak ada ya nggak apa2. Oke…kita lanjut ke faktor pakan ya…

2. Pakan Ikan Koi

cara memelihara ikan koi musti perhatikan pakan

Pakan adalah faktor utama kedua setelah kualitas air, kalau kita ingin sukses memelihara ikan koi, maka pakan yang berkualitas dan mencukupi kebutuhan ikan koi harus kita sediakan.

Mencukupi kebutuhan adalah kata kuncinya.

2.1 Pakan Alami

Kalau dialam liar, koi atau ikan karper aslinya, makan hampir segala macam yang bisa dimakan, omnifora lah kayak kita. Mereka bisa makan tumbuhan macam sayur2an air seperti kangkung atau lumut. Mereka juga makan seranggan dan cacing atau hewan air kecil lainnya.

Makanan alami yang bisa kita berikan pada ikan koi salah satunya seperti sayur2an kol, kangkung, sawi putih, dan mentimun. Kalau buah2an hampir semua koi suka, bahkan manggis aja dimakan.

Kalau mau kasih tamahan protein ke ikan koi secara alami, kita bisa kasih dia udang kupas basah, atau yang kering kecil2 itu, dikasih daging ayam ato sapi juga mau sih, tapi mending pake protein hewan air saja.

Yang perlu kita perhatikan saat ngasih pakan alami kayak diatas adalah jangan sampe nyisa ya, misal kayak saat ngasih udang, kalo nyisa dan masuk ke chamber filter, bisa membusuk dan bahaya lho. jadi sumber penyakit!

2.2 Pellet

Kalau ikan koi dikolam beda ceritanya, diet mereka sepenuhnya tergantung sama kita sang owner. Jadi bagus atau tidaknya kualitas pakan adalah kita yang menentukan, so…kasihan lah kalau kita kasihnya makanan yang sembarangan.

Kalau dikolam buatan, makanan utama terbaik yang bisa kita berikan adalah dalam bentuk pelet. Tentu saja yang berkualitas bagus ya. Pelet jadi pilihan utama karena semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan sudah diformulasikan dan dibentuk menjadi makanan ikan koi yang komplit.

Pakan ikan koi pada garis besarnya dibagi jadi 2 utama, yakni growth atau pertumbuhan, dan color enhancer.

Pakan koi untuk pertumbuhan

Komposisi utama pakan koi yang growth tentu adalah protein, tapi tidak sembarang protein ya, yang terbaik adalah protein yang berasal dari mahluk air, seperti tepung ikan, udang, dan krill.

Komposisi protein dalam pelet ikan koi kita haruslah minimal 35%. Selain protein, pakan ikan koi untuk growth atau pertumbuhan haruslah mengandung karbohidrat dan vitamin, bacalah komposisi pakan ikan koi dibelkang kemasan sebelum membeli.

Kalau duitnya cukup, boleh beli yang merk2 jepang. Kalo gak cukup, merk breeder pro sudah cukup oke kok.

Pakan Untuk Warna

Ada 2 bahan tambahan yang bisa mempengaruhi warna ikan koi, satu adalah spirullina dan kedua adalah wheat germ.

Spirullina adalah bahan yang dikenal mampu memperkuat warna merah dan sejenisnya. Dan sedangkan wheat germ adalah bahan yang direkomendasikan untuk menguatkan warna putih pada ikan koi.

2.3 Feeding time and rate

Selain kualitas pakan, waktu dan intensitas ngasih pakan adalah salah satu faktor penting untuk petumbuhan ikan koi kita. Seperti yang kita sudah tahu bahwa ikan koi tu pencernaannya pendek, jadi dia gak bisa nampung banyak makanan sekaligus dan gak bisa nahan lapar lama2. Maka dari itu, takaran dan waktu pemberian makanan penting bagi koi.

Mengenai takaran, rekomendasi para ahli adalah 5% dari berat badan ikan. tapi ya susah juga kalo musti nimbangin satu2 buat tau takaran pakan ikan koi. Cara yang simple adalah kasih tebar bertahap dan biarkan mereka makan sampai bersih dalam waktu maksimal 5 menit.

Nebarnya dikit2 saja om, bertahap

Nah, saran para peternak untuk waktu ngasih makan adalah 5 – 7 kali sehari. Siang hari ya, kalau malam gak usah. Dengan pemberian makan yang sering dan sesuai porsi, maka perncernaan koi yang pendek tadi gak pernah telat makanan, makanya tumbuhnya bisa maksimal.

Bagi kita yang gak bisa terus menerus ngawasin ikan kita, maka feeder otomatis adalah solusi terbaik untuk hal ini.

3. Faktor Lingkungan

Untuk memelihara ikan koi tidak bisa hanya air dan pakan, faktor selanjutnya yang menentukan keberhasilan kita dalam memelihara ikan koi adalah lingkungan yang ideal. Lingkungan yang kami maksud disini termasuk:

  • Oksigen
  • Suhu air
  • Waterflow
  • Luas kolam

Mari kita bahas satu2 mengenai faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan ikan koi kita.

3.1 Kadar Oksigen

Sebagus apapun ikan, air, dan pakan, kalau kadar oksigen terlarut dalam air adalah rendah, maka dijamin bakalan megap megap dan akhirnya mati ikan kita. Oksigen terlarut merupakan salah satu faktor utama penunjang kehidupan ikan koi kita.

Oksigen terlarut atau DO (disolved oxygen) adalah Oksigen terlarut mengacu pada tingkat oksigen non-senyawa bebas yang ada dalam air atau cairan lain, namanya juga terlarut kan…jadi beda sama oksigen yang ada di udara atau oksigen yang ada dalam senyawa air, H2O.

Pengumpamaan yang paling enak itu kayak gula atau garam yang terlarut dalam air…baca di wiki aja deh biar jelas masalah disolved oxygen ini. atau disini kalo basa inggrisnya.

Cara menambah kadar oksigen bisa dengan air menambahkan air terjun pada kolam, air mancur, ventury jet, dan yang paling efisien adalah pake aerator.

Oksigen terlarut juga dihasilkan oleh hasil photosintesis lumut atau alga pada siang hari, sayangnya pada malam hari, lumut dan alga ini malah mengambil oksigen dari air.

Beberapa hal bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas oksigen dalam kolam, yang pertama adalah lumut dan alga seperti yang kita singgung diatas, selanjutnya adalah kotoran yang menumpuk didasar kolam juga bisa mengurangi kadar oksigen dalam air kolam koi.

Kekurangan oksigen tentu tidak bagus bagi ikan koi, resikonya ya mati. Tapi kelebihan oksigen juga tidak baik lho, resikonya mati jugak! supersaturation istilahnya, biasanya di alam disebabkan oleh air terjun atau perubahan suhu yang ekstrim.

Kalau anda serius mau memelihara ikan koi, maka alat ukur kadar oksigen terlarut itu adalah sebuah keharusan. Tapi mahal lhooo…

3.2 Suhu air

Lanjut ke suhu air, ikan koi bisa tahan di air dingin sampai di air hangat. Namun kalau mau pertumbuhan yang maksimal, suhu agak tinggi adalah ideal, sebab bisa memperepat metabolisme pencernaan pada ikan koi.

Suhu kisaran 24 – 26 derajat celcius adalah suhu yang ideal untuk pertumbuhan ikan koi, sedangkan untuk ikan koi yang sudah dewasa, 3 tahun keatas lah, suhu bisa dikisaran 23 celcius saja cukup.

Kalau dinegara kita, yang panasnya menggairahkan ini, kita gak terlalu perlu yang namanya heater deh, apalagi kalau kita memelihara ikan koi di kolam tanah dan outdoor, di sawah misalnya. Heater hanya diperlukan untuk kolam indoor saja menurut saya.

Bahkan saking HOT nya negara kita, malah kadang kita perlu semacam peneduh diatas kolam biar gak kelewatan panasnya. Pake paranet itu sudah cukup kok.

Kalau kepanasan, kemampuan air untuk mengikat oksigen juga berkurang lho, makanya hati2 kalau setting heater ya. Kalau perlu, gedein aerator saat cuaca panas just for the peace of mind.

3.3 Waterflow

Untuk kita yang mau memelihara ikan koi, waterflow adalah faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membuat design kolam ikan koi.

Aliran air bisa “menggiring” kotoran supaya bisa tersedot masuk ke chamber filter, waterflow juga penting untuk menghindari “dead zone” dimana disitu air tidak bergerak, yang beresiko menumpuknya kotoran yang bisa jadi sumber penyakit.

Aliran air bisa bikin ikan berolah raga, nggak sepenuhnya benar juga sih ini. Tapi kalau lihat ikan koi berenang melawan arus sambil sesekali melenggok malu karena hampir bertabrakan sama lawan jenisnya kan bikin hati senang…

Karena mereka terus menerus berenang, maka makanan berubah jadi otot, bukan jadi lemak, jadi lebih sehat kan mereka. Teori kampung tapi masuk akal yekaaaannn???

Waterflow itu sama kayak meniru bagaimana sungai bekerja, mengalir tanpa henti. Dan disungai itulah ikan2 pada sehat dan tumbuh dengan bahagianya.

Waterflow kalau dikolam bisa dibikin dengan mengatur aliran masuk dari chamber filter, bisa dimasukkan melalui lobang jet/venturi, atau bisa pula lewat air terjun yang juga bisa bikin aliran air. Berkreasilah dalam hal ini.

3.4 Luas kolam

Gak ada aturan baku untuk luas kolam untuk memelihara ikan koi, yang ada hanya saran dan perkiraan. Ukuran kolam ini termasuk luas dan kedalamannya. Semakin luas dan dalam maka semakin bagus. Idealnya adalah sekitar 2000 liter per ekor ikan.

Kalau dipeternak ikan koi, kita akan mendapati kolam sawah yang isinya cuman dikit ikan koi nya, ini tujuannya adalah supaya pertumbuhan ikan bisa maksimal. Semakin luas kolam, semakin bisa dan cepet gede ikan koi yang hidup disitu.

Kolam koi yang luas juga lebih minim resiko akan fluktuasi suhu dan juga lebih tahan racun dan kaya kandungan oksigen. Kandungan oksigen terlarut kan terjadi karena sentuhan permukaan air dengan atmosfir, nah semakin luas permukaan kolam ya otomatis oksigen nya tambah banyak dong…

Penyakit Ikan Koi Dan Obatnya

cara memelihara ikan koi - penyakit2 ikan koi

Setelah kolam kita running dengan cantiknya, ikan sudah berenang di air sehat segar dan makan makanan bergizi dengan lahapnya, ada satu hal lagi yang menentukan kesuksesan kita dalam memelihara ikan koi, yakni pengenalan dan penanganan penyakit.

Namun karena penyakit koi ada banyak banget, maka kita akan bahas dengan lebih detail tentang jenis2 penyakit ikan koi beserta penanganannya dilain post (link akan saya sertakan disini kalau sudah ada postingnya)

Pada dasarnya, penyakit ikan koi diakibatkan oleh kualitas air dan lingkungan yang kurang sehat. Lingkungan yang kurang sehat tersebut mengakibatkan ikan koi rentan terhadap patogen, bakteri, jamur, cacing, dan virus yang mungkin sudah ada dalam air.

Penyakit juga bisa diakibatkan inveksi akibat luka kena benda tajam, atau mungkin karena gigitan ikan lain. Sebuah resources lengkap ada disini, sayangnya bahasa londo.

SO…cukup panjang posting kali ini tentang cara memelihara ikan koi, posting ini akan saya update jika ada masukan atau kiritik dari teman2 via kontak atau komentar dibawah. Terima kasih sudah baca sampai disini, semoga semua kebaikan selalu menyertai kita semua. Amin