Perdebatan V60 vs AeroPress biasanya muncul di fase yang sama: saat kopi sudah bukan sekadar minum, tapi belum juga ingin ribet. Saya pernah mencoba dua-duanya cukup lama. Dan meskipun saya menikmati momen tenang bersama V60, dalam keseharian yang tidak selalu lapang, saya mendapati diri saya lebih sering kembali ke AeroPress…bukan karena rasanya lebih “hebat”, tapi karena ia lebih jujur dengan ritme hari saya.
V60 dan AeroPress sama-sama populer. Keduanya bukan alat murahan, dan bukan pula gimmick. Tapi cara mereka “hadir” dalam rutinitas harian itu sangat berbeda.
Artikel ini bukan untuk menentukan mana yang paling hebat secara teori.
Tujuannya sederhana: membantu Anda memilih alat yang paling masuk akal untuk dipakai setiap hari.
Mengenal Dua Pendekatan yang Berbeda
Sebelum membandingkan, satu hal perlu diluruskan:
V60 dan AeroPress bukan pesaing langsung dalam filosofi. Mereka berbeda sejak niat awal.
Hario V60
V60 adalah metode pour-over yang mengandalkan gravitasi dan kontrol penuh dari penyeduh. Bentuk kerucut 60 derajat, lubang besar di bawah, dan alur spiral di dindingnya dirancang agar hasil seduhan sangat bergantung pada cara kita menuang air.
Dengan V60, tangan kita ikut “bicara”.
Cara menuang, kecepatan, jeda—semuanya berpengaruh.
AeroPress
AeroPress datang dari arah yang berbeda.
Ia menggabungkan metode rendam dengan tekanan, membuat proses seduh lebih singkat dan relatif konsisten.
Tekan, bukan tetes.
Dan itu mengubah banyak hal—mulai dari rasa, waktu, sampai tingkat toleransi kesalahan.
Sebelum kita masuk ke pertarungan, mari kita kenali lebih dekat kedua penantang ini.

V60 vs AeroPress: Perbandingan dari Pengalaman Pakai
Daripada sekadar spesifikasi, saya lebih suka membandingkan dari pengalaman nyata.
1. Karakter Rasa di Cangkir
V60
Hasilnya cenderung bersih, terang, dan ringan. Nuansa rasa halus seperti floral atau fruity lebih mudah muncul, terutama dari biji single origin. Body tipis, tapi kompleks.
Kalau Anda suka “mencari rasa”, V60 memberi ruang untuk itu.
AeroPress
Rasanya lebih padat dan bulat. Keasaman biasanya lebih jinak, body lebih tebal, dan karakter manis seperti cokelat atau karamel sering lebih dominan. Dalam praktik harian, profil seperti ini justru terasa lebih konsisten dan mudah dinikmati tanpa perlu banyak penyesuaian.
Bukan berarti sederhana—hanya pendekatannya berbeda.
👉 Tidak ada pemenang mutlak. Ini soal preferensi, bukan kualitas.
2. Kemudahan & Kurva Belajar
- V60: Kurva belajarnya tidak bisa dibilang mudah. Hasil seduhan V60 sangat sensitif terhadap banyak variabel: kehalusan gilingan (grind size), suhu air, dan terutama teknik penuangan (pouring). Anda perlu konsisten dalam kecepatan dan pola tuangan untuk mendapatkan hasil yang baik. Kesalahan kecil bisa berakibat kopi yang under-extracted (terlalu lemah) atau over-extracted (terlalu pahit).
- AeroPress: Sangat ramah pemula. Prosesnya jauh lebih “memaafkan” kesalahan. Selama Anda mengikuti resep dasar, hampir mustahil untuk menghasilkan kopi yang gagal total. AeroPress memberikan hasil yang enak dan konsisten sejak pemakaian pertama, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang tidak mau repot.
Pemenang: AeroPress, dengan kemenangan telak.
Ronde 3: Waktu Seduh (The Brew Time)
- V60: Membutuhkan proses yang lebih meditatif. Total waktu seduh, dari mulai blooming hingga tetesan terakhir, biasanya berkisar antara 2 menit 30 detik hingga 4 menit.
- AeroPress: Inilah juaranya kecepatan. Resep AeroPress standar biasanya hanya membutuhkan total waktu di bawah 2 menit. Bahkan ada banyak resep kompetisi yang menyeduh hanya dalam 60-90 detik.
Pemenang: AeroPress, Di hari yang lapang, waktu seduh V60 terasa menyenangkan.
Tapi di hari biasa…yang lebih sering terjadi…AeroPress terasa seperti alat yang memahami kenyataan: kopi tetap jadi, tanpa menuntut terlalu banyak perhatian.
Ronde 4: Fleksibilitas & Eksperimen (The Versatility)
- V60: Fleksibilitasnya terletak pada penyesuaian variabel-variabel mikro (rasio, suhu, jumlah tuangan) dalam satu metode utama, yaitu pour-over.
- AeroPress: Inilah monster fleksibilitas. Anda bisa melakukan hampir segalanya dengan AeroPress: metode rendam (immersion), metode tetes (drip), resep tegak (standard), resep terbalik (inverted) yang populer, membuat konsentrat ala espresso untuk dicampur susu, hingga membuat cold brew dalam hitungan menit. Ada kejuaraan dunia AeroPress setiap tahun, yang menghasilkan ratusan resep kreatif baru.
Pemenang: AeroPress, playground tak terbatas bagi para pencari resep baru.
Ronde 5: Portabilitas & Durabilitas (The Portability)
- V60: Sangat tergantung material. Versi plastik memang ringan, tapi versi kaca dan keramik yang populer sangat rentan pecah dan tidak ideal untuk dibawa bepergian.
- AeroPress: Didesain untuk petualangan. Terbuat dari plastik polypropylene yang sangat kuat, ringan, dan bebas BPA, AeroPress hampir tidak bisa dihancurkan. Semua komponennya bisa disimpan rapi di dalam plunger-nya, membuatnya sangat ringkas dan mudah dimasukkan ke dalam tas atau koper.

Pemenang: AeroPress, teman ngopi terbaik para petualang.
Ronde 6: Biaya & Perlengkapan Tambahan (The Cost)
- V60: Harga dripper-nya sendiri seringkali lebih murah daripada AeroPress. TETAPI, untuk mendapatkan hasil maksimal, V60 hampir wajib didampingi oleh beberapa perlengkapan tambahan: kettle leher angsa (gooseneck kettle) untuk kontrol aliran air, timbangan digital presisi, dan grinder yang konsisten. Total investasinya bisa menjadi lebih besar.
- AeroPress: Harga alatnya mungkin sedikit lebih mahal di awal. Namun, paket penjualannya sudah termasuk pengaduk, sendok takar, dan filter kertas. Ia tidak wajib menggunakan kettle leher angsa, sehingga investasi awal untuk bisa langsung menyeduh bisa jadi lebih rendah.
Pemenang: AeroPress, untuk investasi awal yang lebih hemat dan fungsional.
Tabel Rangkuman: Siapa Pemenangnya?
| Kategori | Hario V60 | AeroPress |
|---|---|---|
| Profil Rasa | Bersih, Cerah, Ringan | Pekat, Bulat, Rendah Asam |
| Kurva Belajar | Sulit, Butuh Presisi | Mudah, Memaafkan |
| Waktu Seduh | Lebih Lama (3-4 min) | Sangat Cepat (< 2 min) |
| Fleksibilitas | Terbatas pada Pour-Over | Sangat Fleksibel |
| Portabilitas | Kurang (terutama keramik/kaca) | Juara, Sangat Tangguh |
| Investasi Awal | Alat murah, perlu aksesoris | Alat lebih mahal, aksesoris minimal |
Jadi, Mana yang Cocok untuk Kopi Harian?
pilih V60 kalau proses adalah bagian dari kenikmatan
pilih AeroPress kalau kopi harus hadir tanpa ribet
Kalau harus jujur, pilihan saya condong ke AeroPress. Ia tidak romantis, tapi bisa diandalkan.
V60 tetap punya tempatnya—di pagi yang tenang, di akhir pekan, atau saat ingin benar-benar duduk dan merasakan kopi. Tapi untuk hari-hari biasa, saya memilih alat kopi manual yang hadir tanpa drama. Dan sejauh ini, AeroPress melakukan itu dengan sangat baik.
Jadi, Anda ada di tim mana? Tim V60 atau Tim AeroPress? Bagikan pilihan dan resep andalan Anda di kolom komentar!